Menikmati Menu Cinta di Kedai Bianglala

 kedai

foto diambil dari just-fatamorgana blogspot

 

APA yang kamu pikirkan bila membaca halaman persembahan sebuah buku yang ditulis seperti ini; demi seorang perempuan rumit, luka-duka, dan lelaki-lelakinya? Dan penulisnya seorang perempuan. Mungkihkah pikiran kalian akan sama denganku; buku ini akan dipenuhi cerita tentang cinta-cinta yang akan membuat hatimu terperas. Aku menggadang itu sejak membaca halaman persembahan tersebut.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Tinggalkan komentar

Sayembara Menulis Novel DKJ 2014

Dewan Kesenian Jakarta kembali menyelenggarakan Sayembara Menulis Novel DKJ 2014 untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan novel. Melalui sayembara ini DKJ berharap lahir novel-novel terbaik dari pengarang Indonesia yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan isi.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Tinggalkan komentar

Berkelana dalam Ruang Imajinasi dan Kerumitan Pikiran Norman

kumcer norman

 

SUNGGUH, aku jatuh cinta dengan judul buku kawanku ini, Norman Erikson Pasaribu (kemudian aku akan menyebutnya Norman di sini) yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, April 2014: Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di resensi | Tinggalkan komentar

Sepasang Kutu, Kursi Rotan, dan Kenangan di Atasnya (Pikiran Rakyat, 22 Juni 2014)

SATU

Bagaimana bila kau punya sepasang kursi rotan tua yang disesaki kenangan? Kursi itu warisan paling berharga dari ibumu, setidaknya demikian dia mengatakannya sebelum dia pergi tanpa pesan. Sepasang kursi itu satu-satunya benda yang dia sayangi. Konon katanya, di sepasang kursi itulah ayahmu menjelma jadi kutu, lalu dia menyelinap di sela-sela anyaman kursi. Sejak saat itu, ibumu menjaga kursi itu dengan segenap jiwa raganya, sebab dia percaya; kelak ayahmu akan kembali jadi manusia.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Tinggalkan komentar

Ular di Rambut Maryama (Tribun Jabar, 04 Mei 2014)

Gambar

Ilustrasi oleh Tribun Jabar

 

KESEKIAN kalinya Sarpen harus menelan kecewa. Rasanya tetap sama, seperti kejadian beberapa tahun lalu itu, saat istrinya keguguran pertama kali. Perih. Sakit. Lalu, dia teringat ucapan Mak Lamin beberapa purnama silam padanya.

“Carilah ular lia. Jemur dengan digantung terbalik di depan pintu limasmu, tali penggantungnya kau ambil dari rambut istrimu. Anakmu akan kokoh, makhluk pemakan bayi itu tak akan bisa lagi mengusik calon anakmu.”

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | 1 Komentar

Dalam Deru Kereta (Padang Ekspres, 20 April 2014)

Sebelum deru kereta Progo terdengar meninggalkan Stasiun Senen malam itu, kau sudah melemparkan pandangan keluar jendela. Tak tahu apa yang kau lihat dalam kegelapan malam. Matamu lurus, menembus jendela kaca, menerobos pekat malam.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Tinggalkan komentar

Galuh Hati: Cerita Berkilau dari Desa Penghasil Intan

GambarJudul : Galuh Hati
Penulis : Randu
Penerbit : Moka Media
Size : 12.7 x 19 cm
Tebal : 300 halaman

 

Aku paling senang ketika membaca cerita (baik cerpen atau pun novel) yang mengangkat kekayaan Indonesia, baik sosial-budaya, adat istiadat, atau sumber daya alamnya. Lewat cerita-cerita bertema lokalitas ini, aku semakin mengenal Indonesia, yang ternyata memang sangat kaya dan penuh keragaman. Saat itu, rasa cinta tanah air akan berkali lipat, terlebih membaca cerita sejenis ini laksana minum obat yang cukup mujarab di tengah berita politik yang memusingkan kepala.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | 8 Komentar