#SHORTSTORY – RAIN

Hujan - MetroTV

Photos of MetroTV

THE rain kept falling continuously. As if it was spilling from the sky. The wind was banging onto the edge of the house, rustling in tune with the rhythm of a leaf from then guava tree, the only one leave remaining in the compound. The voice of thunder echoing, as it was reflected by the concrete walls standing vertical towards the sky. That’s how it was since the last noon time muslim prayer. As if it was never going to stop.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | 1 Komentar

#KUMCER – Magi Perempuan dan Malam Kunang-kunang (GPU, segera terbit)

Kumcer GPU

Bagaimana bila kau punya sepasang kursi rotan tua yang disesaki kenangan?

Kursi itu warisan ibumu. Dia memintamu untuk menjaganya.

Konon, di sepasang kursi itulah ayahmu raib dan menjelma jadi kutu.

Ibumu percaya, kelak ayahmu akan kembali jadi manusia dan membawa oleh-oleh

yang kauminta dalam doa saban malam.

Perempuan tak melulu soal tubuh dan seksualitas. Ada sisi yang lebih gelap, menggairahkan untuk digali dan dikisahkan, yakni hatinya.

Dipublikasi di cerpen | 2 Komentar

#CERPEN – Lipan Hoo (Tribun Jabar, 07 Juni 2015)

DIA menjerit. Histeris, saat aku menembaknya. Dor! Kamu kena! Namun jeritannya bukan jeritan bahagia dan geli dan kesal karena dia kalah dalam permainan ini. Dia menjerit ketakutan. Wajahnya membirunya. Matanya bergerak liar. Tubuhnya menggigil. Dia beringsut, berusaha menjauhi tanganku.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | 1 Komentar

Pertemuan di Rumah Abu, GADIS, edisi 19-28 Mei 2015

Cerpen Gadis No. 14

UMURKU 17 tahun, kelas XI SMA, sudah empat kali jatuh cinta sekaligus putus cinta, yang artinya aku punya empat orang mantan pacar. Namun, baru kali ini aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Sialnya lagi, aku jatuh cinta pada cewek asing yang baru kulihat pertama kali di rumah abu. Aku cuma tahu namanya, tak tahu alamatnya, dan tak yakin apa dia punya pacar atau tidak. Oya, namaku Samuel Ng. Kota tempat tinggalku Palembang –jika kau mau tahu itu.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Tinggalkan komentar

Workshop Cerpen Kompas 2015

Tanggal 28 Juni 2015, harian Kompas berumur 50 tahun. Kira-kira selama itu pula harian ini telah memberi ruang terhadap kehadiran dunia kebudayaan dan seni kita. Tepat pada usia paruh baya itu, Kompas akan menggelar ”Workshop Cerpen Kompas 2015” yang akan berlangsung di lima kota. Kota-kota yang dipilih adalah Padang Panjang, Jakarta, Bandung, Denpasar, dan Makassar. Pemilihan kota-kota ini semata-mata berdasarkan sebaran jaringan serta pertimbangan kemungkinan pemberian kesempatan lebih banyak kepada para penulis muda di kota-kota tersebut dan sekitarnya.

Jadwal penyelenggaraan Workshop Cerpen ”Kompas” 2015 di lima kota.

– Padang Panjang, Senin, 11 Mei

– Denpasar, Jumat, 22 Mei

– Bandung, Senin, 25 Mei

– Makassar, Rabu, 3 Juni

– Jakarta, Selasa-Rabu (9-10 Juni)

Para calon peserta di Kota Padang Panjang dan sekitarnya bisa mengirimkan aplikasi ke surel sakatasastra15@gmail.com. Para calon peserta dari Jawa Timur, NTB, dan NTT bisa mengajukan aplikasi kepada panitia lokakarya (workshop) di Bali lewat surel workshopcerpenkompas2015_bali@yahoo.com. Adapun para peserta dari Jawa Barat dan Banten bisa mengikuti lokakarya di Bandung lewat surel sayapnabi@yahoo.com. Surel untuk pengiriman aplikasi calon peserta di Makassar bisa dikirim ke: itaibnu@gmail.com. Alamat surel pengiriman aplikasi peserta di Jakarta dan sekitarnya akan diumumkan kemudian.

Panitia Workshop Cerpen Kompas 2015 bekerja sama dengan komunitas Teater Sakata Padang Panjang, Majelis Sastra Bandung, Panitia Makassar International Writer Festival (MIWF), dan Bentara Budaya Bali untuk menggelar lokakarya di sejumlah kota. ”Kami juga sudah jajaki kota-kota di sekitar Sumatera Barat untuk ikut workshop di Padang Panjang,” kata Tya Setiawati, panitia di Padang Panjang.

”Kami akan jadikan workshop cerpen sebagai salah satu agenda MIWF di Makassar,” kata Lily Yulianti dari Rumah Budaya Rumata Makassar selaku penyelenggara MIWF.

Para peserta lokakarya di setiap kota diharapkan tidak melebihi 30 orang. Panitia setempat akan melakukan seleksi secara administratif dan kualitatif terhadap karya-karya cerpen peserta. Oleh karena itu, calon peserta diharuskan mengirim daftar riwayat hidup (curriculum vitae) kepenulisan serta minimal dua karya cerpen, baik yang sudah pernah dimuat di media maupun karya terbaru, kepada panitia. Para peserta yang lolos seleksi akan dihubungi lewat surel dan/atau telepon oleh panitia. Selama mengikuti lokakarya para peserta akan dipandu para cerpenis dan sastrawan terkemuka Indonesia, seperti Putu Wijaya, Budi Darma, Yanusa Nugroho, Seno Gumira Ajidarma, Gus tf Sakai, Agus Noor, Gde Aryantha Soethama, Ahda Imran, dan Aan Mansyur.

Pada akhirnya Workshop Cerpen Kompas 2015 bukan sekadar keinginan melahirkan para cerpenis mumpuni, melainkan juga manusia-manusia yang berpikir kritis, cerdas dan berbudi baik, serta cinta terhadap kebudayaannya sendiri. (CAN)

Dipublikasi di esai | 2 Komentar

ALPHA – Fiksi Ilmiah Remaja yang (Sangat) Ringan

ALPHA

Judul: Alpha
Penulis: Nathalia Theodora
Penerbit: Moka Media
Halaman: 264 halaman
Terbitan: Januari 2015

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Tinggalkan komentar

SPORA: Fiksi Ilmiah Remaja yang (Berusaha) Meneror.

novel spora

Judul: Spora

Penulis: Ahmad Alkadri

Penerbit: Moka Media

Halaman: 238 halaman

Terbitan: Oktober 2014

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di resensi | 3 Komentar