SPORA: Fiksi Ilmiah Remaja yang (Berusaha) Meneror.

novel spora

Judul: Spora

Penulis: Ahmad Alkadri

Penerbit: Moka Media

Halaman: 238 halaman

Terbitan: Oktober 2014

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di resensi | 3 Komentar

#CERPEN – Hari Raya Hantu (Femina, 12-19 Februari 2015)

Hari Raya Hantu Femina

Ilustrasi Majalah Femina edisi 7, tanggal 12-19 Februari 2015

AKU meletakkan dua kantong kresek berisi barang belanjaanku di atas meja makan, depan ibu. Lalu mengeluarkan satu pak nyuko –kertas sembahyang, satu pak lilin merah, dua botol arak putih, satu pak teh tubruk, sekantong jeruk, dan barang-barang belanjaan lainnya. Ibu yang duduk di salah satu kursinya menoleh sekilas. Melirik barang-barang yang kubeli. Aku berharap mendengar komentarnya. Setidaknya ingin dia berkata sesuatu. Dia pasti tahu makna dari barang-barang yang kubeli sore ini. Tapi dia bergeming, bahkan membuang wajah.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Tag , | 6 Komentar

#CERPEN – Upacara Hoe (Kompas, 15 Februari 2015)

Upacara Hoe 1

Ilustrasi Teja Astawa, Kompas, 15 Februari 2015

SEMINGGU sebelum kematiannya, Papa meminta Mei Lan menghubungi kedua adiknya, A Feng dan Gina untuk pulang. Terutama A Feng karena dia anak lelaki satu-satunya. Papa ingin menjemput ajal di tengah anak-anaknya, selain itu Papa ingin agar A Feng yang membawa hoe[1] saat peti matinya diantar ke pemakaman. Hanya anak laki-laki yang berhak membawa hoe. Namun masalahnya, sejak dulu A Feng tak pernah merasa sebagai anak laki-laki Papa.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | 4 Komentar

Hikayat Zaidah (Pikiran Rakyat, 8 Februari 2015)

PAGI ini dusun gempar. Keriuhan bermuasal dari Zaidah, anaknya Wak Burhan yang baru resepsi pernikahan kemarin siang. Semalam, sekitar pukul dua belas, mendadak saja dia diantar pulang oleh suami, kedua mertua dan kades. Tentu saja kemunculan mereka di tengah malam buta itu membuat Wak Burhan sekeluarga terperangah. Lalu berita itu tersiar. Tak terbendung, seperti air yang tumpah dari tempayan pecah. Zaidah dituding tak perawan! Itu alasan yang membuat dia diantar pulang semalam.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Tag , , | 11 Komentar

Hujan Turun di Braga (Tribun Jabar, 18 Januari 2015)

TEPAT ketika aku menjejakkan kaki di trotoar minimarket K, gerimis pecah menjadi hujan. Jalanan Braga terlihat kuyup, taxi yang tadi kutumpangi telah menghilang di belokan jalan depan sana. Aku menghela napas. Tak banyak yang berubah dari Braga, tetap seperti dulu. Menentramkan. Sukar dilupakan dan tentu saja menyimpan kenangan di sepanjang jalannya. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Tag , | 6 Komentar

#ComingSoon Kumcer Remaja – Love at School – Elex Media Komputindo

Hai, semua… Terima kasih sudah jadi pengunjung setia blogku ini. Aku ingin berbagi kabar gembira, tanggal 26 Januari 2015 ini akan rilis buku kumcer remaja yang kutulis bersama beberapa teman penulis. Judul bukunya #LoveatSchool.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | 4 Komentar

#CERPEN – Sepotong Kenangan di Sudut Braga (GADIS, September 2014)

Cerpen Gadis

Ilustrasi Tania

PERNAHKAH kau membayangkan di salah satu trotoar Jalan Braga yang lengang sebuah kenangan duduk kesepian? Dia terserak, sendirian, bertahun-tahun dibungkus kesunyian yang mencekam. Dia pula kerap menjadi saksi bisu kenangan demi kenangan lain yang lahir baik oleh tawa bahagia atau air mata kesedihan. Dalam pandangannya, tawa dan derai tangis begitu ringan, seperti daun-daun kuning yang digugurkan pepohonan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Tag , | 23 Komentar