Cuitanku tentang Mengedit Naskah Sendiri ( Follow –> @AlamGuntur )

  • Jika POV sudah, cek-lah dialog dalam tulisanmu. Sudah sesuai blum dg karakter dalam ceritamu. Klu remaja bahasanya gimana, etc… #editing
  • Jika setting ceritamu di daerah luar Jabodetabek & tokohnya remaja, cocok gak dialog mereka pake “lu-gue”. Itu harus diperhatikan. #editing
  • Atau jika settingnya di luar Jawa, cocok gak tokohnya manggil kakak laki-lakinya dg “mas”. Harus ada penjelasan logisnya loh. #editing
  • Maka saat #editing naskah perhatikan betul dialognya, sudah sesuai karakter tokoh blum? Sudah cocok dg settig belum, dsb.
  • Kaitan erat dg dialog adalah gaya bahasa dalam cerita kita. Narasi kita sudah sesuai gak dg genre cerita & segmen pembaca tujuan. #editing
  • Kalau naskahmu metropop, akan lucu kalau dinarasi kamu nulis: managerku iyuh banget sih, dsb. Soalnya jadi kayak teenlit. #editing
  • Trus perhatikan alur ceritamu. Terlalu lambat gak? Atau kecepetan? Terlalu muter-muter, masa lalu-masa kini, dsb yg bikin pusing. #editing
  • Terakhir, perhatikan plot ceritamu. Di prolog, bagian tengah, dan bagian akhir. Semua harus diperhatikan. #editing
  • Kirakira hal-hal itulah yang aku perhatikan ketika sedang mengedit naskahku sendiri, khususnya novel. Cerpen juga hampir sama kok. #editing
  • Semoga cuitan ini ada manfaatnya. Selamat nulis, selamat mengendapkan naskah, selamat ngedit, & selamat mengirimkan karya ke media/penerbit
  • Nah buat beberapa follower (yang aku lupa namanya, maaf) yang pernah nanya, tentang mengedit naskah padaku, semoga cuitan tadi membantu😀

4 comments on “Cuitanku tentang Mengedit Naskah Sendiri ( Follow –> @AlamGuntur )

  1. Bang, misal setelah karya kita endapkan beberapa hari, lantas kita coba buka lagi isinya, kadang kan merasa ada yg janggal, dan manakala kita rubah, yang ada kok berasa hambar, sehingga kadang kita sendiri yg menertawakan karya pribadi kita.

    pada intinya menjadi kurang PeDe bang . . Adakah solusinya bang???

    • Semakin lama naskah diendapkan, kemudian kita akan baca lagi, biasanya akan semakin banyak kejanggalan yang kita temukan. Juga perkembangan tren terus bergerak, misal kamu nulis tentang Friendster, tentu di zaman sekarang sudah ketinggalan.

      JAdi? Boleh mengendapkan untuk menyempurnakan naskah, tetapi jangan juga terlalu over. Karena kamu nggak akan menemukan kesempurnaan itu, selalu akan ada cacat celanya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s