Tips Nulis Part 1: Memanggil Ide

Gambar

 

Kamu pernah nggak ngalami kayak gini: Mendadak buntu ide!  Berjam-jam depan layar laptop, nggak tahu mau nulis apa. Jadi heran kan kenapa orang lain bisa nulis dengan lancar jaya tanpa hambatan, sementara kita selalu macet kayak jalanan Jakarta. Gimana sih mereka dapat ide sampai nggak putus-putus gitu? Mereka nunggu ide datang atau malah sebaliknya, manggil ide agar datang. Nah loh…

Menurut saran berapa master yang pernah saya tanyai dulu: Seorang penulis itu sebaiknya memanggil ide agar datang, bukan menunggu ide. Karena kalau nunggu, waktunya nggak pasti. Bisa jadi sampai kita jamuran dan karatan, ide nggak datang-datang. Tapi kalau kita yang manggil, semua akan terbalik. Ide akan datang berbondong-bondong. Nggak percaya? Mari buktikan.

Pengalaman Pribadi. Pasti punya dong pengalaman pribadi. Masak iya nggak? Pernah baca novel-novel Raditya Dika? Kambing Jantan (katanya) dari pengalaman pribadi yang ditulis di blog loh. Apalagi? Banyak kan novel best seller yang diangkat dari pengalaman pribadi.

Nah, mulailah kamu ingat-ingat tentang pengalaman pribadimu. Ada nggak sih pengalamanmu yang menarik buat dijadiin ide tulisan? Coba ingat-ingat! Misal, apa kamu pernah jatuh cinta ama temen sendiri? Atau malah naksir gurumu yang 11-12 ama artis top? Itu ide bagus buat dijadiin cerpen remaja atau novel teenlit. Tulis saja jalan ceritanya seperti yang kamu alami. Bagaimana jungkir baliknya kamu dalam nyembunyiin perasaan dari temen sendiri. Atau kamu yang selalu nggak kosentrasi dan malah berkhayal dinner romantis tiap guru idolamu itu ngajar di kelasmu. Ide keren kan?

Curhat Teman. Kadang BT juga ya, kalau tiap ada masalah, temen malah curcol ke kita. Eh, giliran dia lagi happy, lupa deh. Eits, jangan kesel dulu. Curhatan temen bisa jadi bank ide buat tulisan fiksi kita. Semisal temen sebangkumu lagi berantem ama cowoknya karena si cowok ketahuan jalan ama cewek lain. Itu bisa jadi cerita yang oke. Pokoknya, kamu rekam semua curhatan temanmu. Kemudian pikirin, ini bagusnya ditulis kayak apaan? Ya, kamu tinggal ganti nama, lokasi,dan vermak dikit-dikit biar nggak sama banget. Fiksi kan butuh pemanis.

Berita. Wui, kalau ini bank ide yang besar banget, Bray. Kalau kamu suka nulis fiksi bertema sosial, berita-berita di tivi, koran, atau radio nggak akan ada habisnya buat dijadiin sumber ide. Januari 2013, Koran Tempo memuat cerpen berjudul Malam yang bercerita tentang anak korban kekerasan seksual. Saat saya baca, idenya hampir sama dengan kasus RI, bocah 11 tahun yang meninggal akibat perbuatan bejat ayah kandungnya sendiri. Nah, itu salah satu bukti kalau berita bisa dijadiin ide untuk menulis fiksi yang keren.

Lihat Kiri-Kanan. Coba kamu perhatikan sekitarmu, ada nggak ide yang menarik buat ditulis. Nggak usah jauh-jauh, lihat keluargamu, tetangga, teman-teman, atau ruang kelasmu. Perhatiin satu-satu. Mungkin ada temenmu yang suka tidur pas belajar. Ini bisa jadi ide untuk cerpen komedi. Bayangkan saja jika gara-gara hobinya ini, dia sering dihukum guru, dan karena nggak tahan lagi, dia berusaha hilangi kebiasaan buruk ini. Mulailah petualangan gokilnya dalam mencari obat penawar. Ada yang nyarani minum kopi banyak-banyak. Hasilnya dia melek selama 3 hari 3 malam yang bikin kepalanya mau pecah. Atau dia diare selama 7 hari berturut-turut dan itu memaksa dia pake pampers ke sekolah. Jijay banget deh! Dan berbagai percobaan yang justru bikin dia jatuh bangun tapi membuat kita tertawa ngakak.

Bagaimana Jika. Masih nggak ada ide juga? Coba cara yang ini. Konsepnya kayak berkhayal: Bagaimana jika aku ini kembaran Zayn Malik One Direction tapi nggak secakep Zayn dan gak bisa nyanyi? Wui, bisa dibayangkan gimana nggak enak jadi kembaran yang kayak gitu. Kita akan dibanding-bandingkan dengan Zayn yang punya banyak kelebihan; cakep, suara merdu, tenar, digilain cewek-cewek. Sementara kita? Jelek. Suara fals –yang bahkan kentut aja kita sumbang, bhuahahaha…. Nggak dikenal siapa-siapa, bahkan temen sekelas aja nggak ngeh sekelas ama kita. Terus nggak satu pun cewek yang mau diajak ke pesta dansa. Alamak… Nyesek banget kan. Tapi itu ide yang keren kan? Kalau mau ide yang lain, kamu tinggal berkhayal lagi sambil nanya; bagaimana jika aku pangeran kodok yang sendal jepitnya tertukar… Ish, ide yang aneh… hihihihihi… Pokoknya tinggal berkhayal deh.

Nah, gampangkan cara manggil ide itu? Sekarang nggak ada lagi alasan buat bilang: Aku nggak bisa nulis, lagi nggak ada ide. Tinggal berkhayal kok kalau nggak mau repot-repot. Jadi? Selamat memanggil ide sebanyak-banyaknya! Kapan-kapan aku posting lagi deh tips dan trik nulis ya. Mau reques tema bahasan? Boleh. Silah tinggalkan requesmu di kolom komentar. Sampai jumpa lagi… –muterin kotak amal. [GA]

Gambar

22 comments on “Tips Nulis Part 1: Memanggil Ide

  1. Saran, kritik, reques, sumbangan duit, sumbangan pulsa, sumbangan baju, apa saja silah tinggalkan di kolom komentar…😀
    P.S: Jangan tinggalkan catatan utang ya, aku gak akan bantu bayar :p

    • Oh, outline ya. Baiklah, mungkin edisi depan kita bahas cara bikin outline beserta contohnya kali ya. Heeemmm… Panjang bener. Btw, royalti 50:50 ya kalau novelmu terbit. Seperti nego kita di fx plaza. Hahahahaha… :p

  2. sayaaa mau request, gimana biar tulisan bisa berbunga-bunga? kok saya susah ya? -,- terus, ttg metafora dooonk, Mas Gun.😀

    btw, saya kayak bukan baca tulisan mas Guntur Alam di tulisan ttg tips2 ini. Lebih meremaja, bagus. hehee🙂

    • Wow, tulisan biar berbunga-bunga ya? *garuk-jidat* Gimana kalau sebelum nulis laptopnya ditaburi bunga? Atau nulisnya di taman bunga. Atau sebelum nulis mandi kembang dulu. *Plak!*

      Metafora ya.. Oke ditampung ya. Ssstt, requesnya suseh bener ya. Bhuahahahaha…

      Kalau tipsnya terlalu kaku dan serius takutnya yang baca pada encok. Apa hubungan?😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s