Tips Nulis Part 2: Outline Cerita

y

#IKLANBUKU

Halo, semua… Ketemu lagi dengan tips nulis part 2. Setelah kemarin kita ngomongin ide. Dan ada yang usul buat bahas outline. Maka part 2 ini kita bahas outline. Makhluk apalagi ini, Bang? Ketinggalan kereta deh lu…

Aku sering banget dengar keluhan teman karena novelnya nggak kelar-kelar dari zaman Firaun main gimbot sampai doi udah punya tab di alam kubur sana –serem amat sih. Ide novelnya udah kece badai. Tapi naskahnya gak kunjung terpampang nyata, ada yang udah jadi sarang laba-laba malah –lebay nih. Kalau udah dengar cerita gitu, aku langsung nebak: Kamu nggak buat outline ya? Dan pasti si teman ngangguk-ngangguk manja gitu.

Ya iyalah, novelmu nggak kelar-kelar kalau kamu nggak siapin bahannya. Ibarat mau bikin kue, tapi kamu nggak siapin bahan di atas meja. Giliran mau pakai gula, gula nggak ada, beli dulu ke warung. Terus pas mau pakai tepung, nggak ada juga, beli dulu lagi. Mau kasih telor, nggak ada juga, beli dulu lagi. Capek kan bolak-balik warung? Ujung-ujungnya, udah ah males nih bikin kue ribet amat. Ditinggalin dan nggak jadi kuenya. Gitu juga dengan novelmu.

Aku juga dulu ngalamin, nulis novel atau cerpen gak kelar-kelar karena bingung mau nulis apalagi. Sementara, ceritanya masih pendek banget. Terus aku dianjurkan para master buat bikin outline. Eh, ternyata bener. Aku bisa nulis novel Sebenarnya Cinta –judul awal Benci Itu Cinta  (Rumah Kreasi, April 2013) setebal 100 halaman A4 dengan 1.5 spasi hanya dalam waktu 2 minggu. Itu karena diuber deadline juga sih, cos mau ikutan Lomba Menulis Romance Qanita-Mizan 2012. Sayangnya, naskah itu hanya masuk 20 besar dari 370-an naskah. Maklum nggak pakai editing yang lama gara-gara diburu-buru deadline. Cuma dari sana aku belajar suatu hal yang penting banget, yaitu outline itu harus disusun sebelum nulis novel biar nulisnya lancar.

Dari pengalaman ini, aku jadi tahu kalau outline itu emang ngebantu banget. Termasuk untuk nulis cerpen yang cuma 6-8 halaman. Terus, gimana sih bikin outline itu?

Gampang. Setelah dapat ide, tentu kamu udah punya gambaran kan jenis tulisanmu ini apaan. Nah, pertama tentukan genre/jenis calon cerita kita. Metropop. Teenlit. Sastra. Atau apa? Selanjutnya kita juga buat daftar karakter pada tokohmu (protagonis, antagonis, dan para pendukung). Setelahnya, kamu pilih POV-nya (Point Of View) alias sudut pandang. POV 1, 2, atau 3. Terserah, sesuai kenyamanan kamu aja.

Terus, kamu mulai bayangkan, tulisanmu ini akan bercerita seperti apa plot dan alurnya. Kita ambil contoh ide Kembaran Zayn Malik One Direction kemarin ya. Contohnya: Pada pembukaan cerita, kita menuliskan si Kembaran Zayn 1D ini BT tingkat dewa gara-gara cewek yang disukainya ternyata naksir Zayn ID. Dan si cewek itu syok berat pas tahu kalau doi kembaran Zayn, sebelnya lagi, nih cewek justru ngebanding dan nggak percaya kalau mereka kembar. Nggak cuman itu, di rumah dia selalu dibanding-bandingkan dengan Zayn. Zayn yang cakeplah, Zayn yang pinterlah, Zayn yang populer, Zayn yang punya suara merdu, Zayn yang… banyak banget deh. Apesnya, dia kebalikan dari Zayn. Muka standar, suara fals, nggak pinter, dan pastinya gak populer kayak Zayn. Itu konflik utamanya.

Setelah itu, apalagi? Tentu dong, kita harus menuliskan ending cerita ini. Setelah konflik itu, bayangkanlah apa akhir dari cerita ini. Seperti si Kembaran Zayn 1D menemukan kalau dia punya kelebihan juga yang gak dimiliki Zayn. Dan kelebihannya itu bisa membuat dia berarti, semisal ternyata dia pintar nulis novel, melukis, atau lainnya. Tapi harus ada prosesnya. Jangan ujug-ujug langsung doi dapat wahyu dari malaikat gitu. Kita bisa masukan tokoh teman yang mengajaknya mencari kelebihan diri. Bukan cuman kesal dan meratapi nasib apes jadi kembaran Zayn 1D yang wow banget itu.

Mudah, kan? Ini jika idenya mau ditulis jadi cerpen. Kalau mau jadi novel, kamu harus menulis outlinenya per bab.

Bab 1 kenalkan tokoh yang kembaran Zayn, cewek gebetannya, dan Zayn 1D serta konfliknya. 

Bab 2 ceritakan tentang kembaran Zayn 1D yang dibanding-bandingkan oleh keluarga, kerabat, dan tetangga.

Bab 3 tokoh curhat ke sobat terbaiknya dengan kondisi ini.

Bab selanjutnya mereka cari ide buat unjuk diri juga ke dunia, kalau mereka juga punya kelebihan kayak Zayn 1D.

Dan seterusnya sampai ending alias akhir cerita. Semua ditulis rapi dari bab 1 sampai bab terakhir. Baru setelah itu dituliskan.

Percaya deh, nulis dengan bantuan outline, akan lebih gampang dan kamu gak akan kehilangan ide di tengah jalan alias naskah mentok gak kelar-kelar. Karena semua idemu sudah tersusun rapi, tinggal ditambahi dan dikembangkan saja. Beda kan kalau kamu nulis langsung. Iya hari ini ingat dengan jalan ceritanya. Pas mau nulis besok atau lusa, mendadak lupa karena sehari sebelumnya dihajar ulangan dadakan Matematika. Huuu… sayang banget.

Jadi? Silakan bikin outline dan nulis. Kalau cerpennya kelar kamu bisa kirim ke media, di postinganku yang lain ada alamat email media massa yang menerima cerpen. Kalau novel? Ya kirim ke penerbitlah, bray, masak iya situ kirim ke rumahku. Rumahku cuma nerima kiriman oleh-oleh, hadiah buku, kado, pulsa,…. beee… hahahaha… becanda.

Btw, kalau ada usul bahasan silah tinggalkan di kolom komentar ya.

Oke, selamat menulis. Semoga ocehan gila ini sedikit membantumu untuk menyelesaikan naskah yang sudah jadi fosil sejak zaman Firaun itu. Aku cinta kalian. Muuuaaaaccchhh….[]

28 comments on “Tips Nulis Part 2: Outline Cerita

  1. Aku tambah gila dengan ocehan di atas. Usul: Berapa lama harus menunggu kepastian cerpen/puisi itu dimuat? Apakah, misalnya minggu pertama gak dimuat, minggu kedua ngirim lagi dan seterusnya, atau seperti apa pengalaman om Guntur..

  2. Iya. Tanpa outline, nulis novel jadi kehilangan arah, hilang tak tahu jalan pulang, tenggelam di lautan luka dalam.😦

  3. Nyebelin amat dianggap ngangguk2 manja. Ngangguk-ngangguk macho, kek. -_-“)>
    Outline rajin buat, dong. Cuma merasa belum ‘pas’ di hati saja, jadi belum berani lempar ke penerbit. :-)) *digetok*

    • Lah temen yang curhat dan kutanya itu cewek, berarti dia ngangguk-ngangguk manja, masak iya cantik-cantik kayak dia ngangguk macho :p

      Nunggu PD ya? Sampai kapan bisa PD? :p

  4. Usulan bahasan Tips nulis tentang membangun feel dalam cerita dong kak alamguntur. Dan terimakasih atas tips nulis ini, benar – benar membantuku heheheh b

  5. Teriakasih sodara alam guntur. tipsnya sangat bermanfaat. saya juga saat ini sedang dalam penulisan novel. krangka critanya sudah jelas kok. karakter tokohnya juga sudah sy siepkan dari sbelum memulai. hanya saja saya belum membuat setiap babnya harus membuat seperti apa.
    oya saya juga mau tanya bagaimana cara penulis pemula seperti saya bisa lebih menghayati dan ceritanya bisa lebih hidup sehingga dapat dinikmati pembaca? terimakasih🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s