The Shadow: Meneror Sampai Ending!

Gambar

 

Tak tahu, aku kena kutukan apa hingga harus baca novel-novel dengan cerita seram, mengerikan, dan menegang akhir bulan lalu?

Sebenarnya, aku sudah baca draf novel ini sebelum diajukan ke penerbit. Aku juga tahu proses menulisnya. Aku juga ikut bantu edit dan kasih saran perbaikan. Itu semua karena penulisnya temanku. Wong kito galo.

Tapi ketika novel ini benar-benar terbit, aku tetap saja penasaran dan ingin baca versi cetaknya. Ingin tahu apa saja yang diperbaiki. Dan ternyata, efeknya tetap sama. Merinding disko saat baca novel ini.

Memang The Shadow bukanlah novel horror seperti Lost. Genre novel ini thriller-psikologi. Justru psikologinya itu yang bikin merinding sampai mual. Tuhan, aku tak bisa membayangkan ada “penyakit” seperti itu. Ah, kau harus baca sendiri!

Novel ini dibuka dengan prolog yang cukup seram. Tentang tokoh bernama Jounatan (penulisnya memakai nama sendiri sebagai tokoh, katanya biar menjiwai) dan keluarganya yang baru pindah ke kota kecil di Sum-Sel. Saat malam hujan deras, Jou terbangun karena angin dingin yang masuk. Ternyata jendelanya tak terkunci. Ketika akan mengunci jendela itu, dia melihat sosok bermantel hujan yang mengambil bungkusan hitam besar dari dalam kotak sampah rumah nomor 13. Rumah yang punya anak cewek misterius. Pemandangn itu cukup ganjil dan mengusik pikiran Jou. Dia mulai menduga-duga apa isi bungkusan hitam besar itu dan kenapa ada di dalam kotak sampah? Lalu, kenapa hujan dan tengah malam diambil?

Di sekolah barunya, Jou berkenalan dengan teman sebangkunya, Bayu. Cowok bertubuh tambun itu pucat pasi saat tahu kalau Jou tinggal di Kompleks Rumah Tumbuh dan rumah mereka nomor 12. Jou pun kaget setelah tahu, cewek misterius tetangga barunya itu ternyata satu sekolah dan satu kelas dengan dia.

Dari Bayu, cerita mengalir. Tentang sikap Vero yang misterius dan tertutup dari teman-teman sekelasnya. Tentang kenapa cewek itu selalu menutupi wajahnya dengan rambut dan tentang hal-hal mengerikan lainnya.

Kata Bayu, Vero berubah seperti itu setelah kematian ibunya. Ibunya bunuh diri bersama sopir keluarga yang jadi selingkuhannya. Mereka menembak kepala masing-masing dengan pistol milik ayahnya Vero. Ada rumor kalau sebenarnya dua orang itu dibunuh oleh ayahnya Vero karena tepergok tengah zina di rumah saat tak ada orang. Tapi di pengadilan itu tak terbukti. Ayahnya Vero bebas dari tuntutan.

Menurut Bayu lagi, sejak itu arwah ibunya Vero gentayangan dan meneror rumah nomor 13 dan 12. Jou tak ingin percaya begitu saja. Tapi semua murid mengatakan seperti itu. Mereka bilang Vero kerasukan arwah ibunya bertahun-tahun, makanya jadi seperti itu. Tertutup dan agak sinting.

Kerumitan cerita Vero semakin menjadi setelah Jou tahu kalau ada kasus pelik yang menghantui kota kecil ini. Beberapa tahun belakangan, ada sejumlah mayat yang dicuri dari kuburan umum. Semua mayat yang hilang itu adalah mayat-mayat perempuan muda dan meninggal tanpa sakit keras artinya meninggal karena tak wajar. Dari kliping koran Bayu yang terobsesi jadi detektif Conan, Jou dan Bayu mengetahui pola pencuri mayat-mayat itu. Keduanya hampir tak percaya, tapi dugaan mereka benar.

Dan yang bikin syok, ternyata kasus raibnya mayat-mayat perempuan ini ada hubungan dengan rumah nomor 13 dan penghuninya. Vero, abangnya, ayahnya, dan seorang pembantu tua yang punya tatapan mata mengerikan bagi Jou.

Ah, kalian harus baca sendiri. Aku sampai menahan napas baca novel ini. The Shadow tipe buku yang sekali dibuka dan dibaca, kita tak akan melepaskannya sebelum cerita usai. Suer, walau takut, merinding, dan mual, aku tetap membacanya.

Kukasih bintang berapa ya? Aku kasih bintang 3 deh dari 5. Aku nggak pelit bintang kok. Tapi selera bisa berbeda, kan? Jadi buktikan sendiri. Bukunya sudah edar sejak akhir Februari 2014.[GA]

By AlamGuntur Posted in Buku

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s