Aku, Kamu, dan Jodoh di Secangkir Kopi

nuansacintaku.blogspot

Sumber foto nuansacintaku.blogspot

Apa kamu percaya secangkir kopi akan menciptakan kenangan demikian abadi untuk seseorang? Mungkin bagi kebanyakan orang, apalah arti secangkir kopi untuk sebuah kenangan? Kopi hanyalah kawan mengawali hari. Kopi hanyalah teman menikmati hujan. Namun bagiku tidak. Secangkir kopi adalah ingatan tentangmu yang terus bertumbuh laksana kanopi-kanopi pohon kopi yang terus memanjang dan berbunga serta berbuah.

Medium hot vanilla latte. Itu kopi kesukaanku. Dan kamu menyukai medium hot cappucinno. Kita berteman cukup lama, tetapi baru petang basah itu aku mengetahui kalau kamu pun menyukai kopi.

“Cerdas, manis, sopan, penuh gairah. Sebenarnya lembut tapi di luar terlihat angkuh dan galak. Setia. Bisa dipercaya. Teman yang baik. Wajah tampan. Penampilan rapi walau tidak metroseksual.”

Itu komentarmu ketika aku menyebutkan pesanan kopiku pada pramuniaga kafe. Aku mengernyitkan kening waktu itu. Kamu menyunggingkan senyum.

“Karakter seseorang berdasarkan kopi kesukaannya,” kamu seperti mengerti kebodohanku.

“Tahu dari mana?”

“Sebuah buku.”

“Apa judulnya?”

“Cari sendiri.” Kamu membawa wajah pada pramuniaga yang masih menunggu pesananmu. “Medium hot cappucinno.

Aku masih mengingat jelas kopi favoritmu itu, karena sejak itu kita kerap menikmati kopi bersama sepulang kantor. Namun, bertahun-tahun kemudian, setelah kepergianmu yang abadi, aku baru tertarik untuk mencari buku tentang karakter seseorang berdasarkan kopi favoritnya itu.

Dan aku baru menyadari bila kamu merahasiakan sesuatu dariku. Ternyata, menurut buku The Espressologist, penyuka medium hot cappcuinno jodoh terbaiknya adalah penyuka medium hot vanilla latte. Jadi, bagaimana mungkin aku melupakan kopi-kopi favorit kita, walau jarak sudah membentang bergelas-gelas kopi untuk kita. Bagiku, secangkir kopi akan terus menghidupkanmu dalam ingatan. []

Tulisan khusus untuk #DiBalikSecangkirKopi @IniBaruHidup

Twitter: @AlamGuntur

FB: Guntur Alam

4 comments on “Aku, Kamu, dan Jodoh di Secangkir Kopi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s