ALPHA – Fiksi Ilmiah Remaja yang (Sangat) Ringan

ALPHA

Judul: Alpha
Penulis: Nathalia Theodora
Penerbit: Moka Media
Halaman: 264 halaman
Terbitan: Januari 2015


Namaku Violet. Adalah takdirku menjadi Makary, menjaga dunia kami tetap ada. Karena jika kami mati, monster penghancur dunia akan bangkit. Kami pernah hancur dan takkan pernah membiarkannya terulang kembali.

Lalu aku bertemu dengannya, Jesse. Ia begitu indah, begitu sempurna. Bersamanya aku bebas. Bersamanya aku menemukan kebahagiaan yang tak pernah kurasakan. Tetapi dapatkah aku memercayainya?

Ia adalah bagian dari Suku Gruev, bangsa yang ingin menghancurkan kami, membangkitkan monster itu. Ia adalah android. Dan ia, diciptakan untuk membunuhku.

Begitulah blurb novel ini. Saat membaca blurbnya, saya merasa sangat tertarik, tetapi ketika mulai membaca bab satu, saya langsung kurang nyaman. Kenapa? Terlalu banyak kata “ku” dan “aku”. Jadi terlalu telling.

Contoh: Aku menggerakkan tanganku dan kepalaku … bla… bla… bla lainnya. Sila baca dan cek sendiri.

Nah, cara berceritanya kurang membuat nyaman saat membaca. Ada banyak kalimat yang sebenarnya tak membutuhkan kata “ku” dan “aku”. Namun mungkin penulisnya merasa asik dan nyaman dengan caranya, tetapi buat pembaca? Bagi saya mengganggu.

Ide novel ini menarik, hanya saja kurang bagus penggarapannya. Penulis kurang menguasai tema yang dia angkat. Genre novel ini ke fantasi atau fiksi ilmiah, tetapi justru lebih ke romance. Action dan ilmiahnya nyaris tak ada. Penulis memang menceritakan tentang andorid Alpha dan Beta. Namun itu terlalu umum. Orang awam akan berpikir ponsel bila mendengar kata “android”, lalu apa istimewanya android ini? Tak ada gambaran hal-hal ilmiah yang menarik atau peperangan ala film Avatar yang saya harapkan. Terlalu datar.

Pertempuran antara Suku Makaros dan Suku Gruev yang saya tunggu-tunggu pun berlangsung biasa saja, kalau tak mau disebut tergesa-gesa. Tak ada ketegangan demi ketegangan yang bergerak menanjak pada novel ini, semuanya plat.

Sayang banget, padahal novel ini menjanjikan bacaan yang berbeda, tetapi eksekusi dari penulisnya tidak dapat memuaskan ekspektasi pembaca –setidaknya saya.

Secara umum, novel ini lumayan. Bila ada yang suka novel fantasi-romance, mungkin ini alternatif bacaannya. Namun bila yang berharap novel ini penuh ketegangan dan pertempuran besar antara dua suku yang bertikai sejak ribuan tahun, sori… saya harus bilang; jangan berharap terlalu banyak.

Sukses untuk penulisnya. Saya berikan 2 bintang dari 5 untuk novelmu. Terus berkarya. []

By AlamGuntur Posted in cerpen

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s