#CERPEN – Putri Buta dan Sepasang Gagak Pemakan Mata (Lampung Post, 1 November 2015)

capture-20151111-203044

ilustrasi oleh Lampung Post

DULU, dulu sekali, sebelum Ashputtle menjadi buta, dia seorang gadis jelita dengan sepasang bola mata yang bulat bening, menawan. Hei, kau tahukan kisah ini? Ceritanya begitu melegenda, menjadi dongeng pengantar tidur untuk anak-anak. Sayangnya, cerita yang tersiar bukanlah kisah yang sebenarnya. Kuberitahu, Ashputtle tidak hidup bahagia selama-lamanya dengan sang pangeran. Justru sebaliknya, dia hidup menderita sampai akhir hayat.

Penderitaan Ashputtle dimulai dari nasib malang yang datang kepada ibunya. Perempuan berambut pirang itu mendadak sakit-sakitan. Dia yang dulu cantik dan bertubuh sintal, tiba-tiba saja kurus kering dan layu seperti setangkai keladi yang membusuk. Desas-desus yang beredar, ibunya Ashputtle kena teluh dari penyihir hitam. Konon, ada seorang janda cantik yang memiliki dua anak yang jatuh cinta pada suaminya. Janda itu tahu, pesona ibunya Ashputtle tak akan mampu membuat suaminya berpaling dan tergoda pada dia, jadi dia melakukan sebuah cara pintas. Membunuh ibunya Ashputtle secara perlahan dengan guna-guna dari seorang penyihir buruk rupa.

Sayangnya, ibu Ashputtle terlambat menyadari rencana busuk itu. Dia sadar keculasan perempuan itu saat tengah sekarat. Perempuan itu tiba-tiba datang membezuk dan berbisik, “aku mencintai suamimu. Kedua putriku butuh tempat aman untuk melanjutkan hidup. Jadi maafkan bila aku terpaksa menyingkirkanmu.”

Tentu saja, jantung ibunya Ashputtle yang sudah lemah karena digerogoti guna-guna langsung kempang-kempis mendengar ucapan itu. Dia terbelalak. Tapi semua sudah terlambat, jantungnya berhenti berdetak. Dan sang perempuan berhati ular bersorak gembira. Tinggal selangkah, dia akan mendapatkan semua impiannya.

Begitulah, seperti dongeng yang kamu dengar. Setelah istrinya meninggal, ayah Ashputtle menikah lagi. Masa berkabung lelaki itu sangat cepat. Ayahnya Ashputtle menikahi janda beranak dua itu. Dalam waktu singkat keduanya meresmikan hubungan di depan seorang pendeta dan Ashputtle harus menerima perempuan itu sebagai ibu tirinya, sementara kedua anaknya menjadi saudara tiri Ashputtle.

INILAH waktu yang dia tunggu-tunggu, ketika suaminya pergi untuk urusan bisnis. Sejak pertama kali menjejakkan kaki di rumah ini, dia jijik melihat Ashputtle yang manja. Bayangkanlah, gadis berusia tujuh belas tahun itu masih ingin dimandikan setiap pagi dan sore. Dia pun meminta disuapi saat makan. Hal yang paling mengerikan, dia selalu meminta didongengkan sebelum tidur.

Dia tahu, sebagai seorang ibu, dia perlu mendidik Ahsputtle untuk lebih keras. Apa pun resikonya. Di mana-mana, ibu tiri pasti akan mendapat label jahat dan dia tak ingin mengingkari takdir itu. Namun, sungguh, bertahun-tahun kemudian, dia menyesali keputusannya ini. Terlebih keputusannya menghukum Ahsputtle untuk tidur di loteng setiap dia berbuat kesalahan. Karena ternyata di sana, Ahsputtle menyusun kekuatan untuk balas dendam dan dia bersekutu dengan arwah ibunya yang telah menjelma hantu.

Ya, diakuinya, dia sangat jahat. Dia telah membunuh perempuan itu, merebut suaminya dan membuat anak gadisnya menderita. Tapi dia tak punya pilihan. Dia butuh hidup dan kedua anaknya butuh masa depan yang baik. Di zamannya, tak akan ada saudagar kaya yang ingin menikahi putri seorang janda miskin, secantik apa pun gadis itu. Nasib paling baik adalah gadis itu menjadi pelacur. Namun dia tak ingin kedua anaknya mengikuti jejaknya.

Sebelum menikah dengan suaminya yang terdahulu, dia memang seorang pelacur. Sebenarnya, dia sangat khawatir bila Ashputtle mengadukan kekejamannya pada sang suami. Tapi dia benar-benar tak tahan, melihat kemanjaan gadis itu. Jadi dia tak tahu, harus bernapas lega atau justru berduka, ketika sebuah kabar buruk datang. Suaminya tewas dirampok. Seluruh harta benda yang dia bawa hilang. Hanya sebujur tubuh kaku yang datang kepadanya. Bila saja tak menahan diri di depan pelayat, dia ingin sekali menendang mayat itu dan membuangnya ke dalam got. Dia benci menjadi janda. Dia benci menjadi miskin. Tapi takdirnya begitu. Kebencian itu semakin subur karena dia tersadar, selain mewarisi harta peninggalan suaminya ini, dia pun mewarisi Ashputtle. Dia tak punya pilihan. Mau atau pun tidak, dia harus menghidupinya. Dan itu bagian yang menyebalkan untuknya.

ASHPUTTLE tahu, dia harus melawan kekejaman ibu dan kedua saudara tirinya. Semenjak ayahnya meninggal, penderitaannya semakin menjadi saja. Tapi kekuatannya belumlah purna. Kata arwah ibunya, semua akan sampai ke puncaknya saat pangeran mengirimkan undangan untuk pesta dansa.

Bertahun-tahun Ashputtle menyusun kekuatan di loteng rumahnya. Selain bersekutu dengan arwah ibunya, dia pun bersekutu dengan sepasang gagak hitam. Kedua gagak itu jelmaan iblis dari neraka. Keduanya berjanji, akan membantu Ashputtle membalas dendam, tetapi ada satu syarat.

“Apa itu?” suara Ashputtle bergetar, dia takut, tapi rasa takutnya terlindas oleh kebencian dan kemarahan karena ketidak-adilan yang dia alami.

“Kami ingin jiwa kedua saudara tirimu. Kami ingin bertukar raga dengannya.”

“Kusanggupi,” sahut Ashputtle, cepat. Arwah ibunya menyeringai, puas.

Dan pesta dansa yang Ashputtle tunggu pun tiba. Di suatu petang yang mentarinya merah sebesar tampah, tiba-tiba saja seorang kurir datang membawa undangan dari pangeran.

“Pangeran akan mengadakan pesta dansa di istana. Dia tengah mencari istri yang kelak akan menjadi ratu. Ah, kalian harus berdandan yang cantik!”

Ibu tirinya memekik bahagia. Kedua saudara tirinya berteriak histeris, bahagia. Bahkan seorang di antara mereka melolong bak anjing jalang. Ashputtle tahu, ibu tirinya tak akan mengizinkan dia datang ke pesta dansa itu. Namun arwah ibunya tetap meminta dia untuk turun dari loteng dan mengatakan keinginannya.

“Apa? Kau ingin datang ke pesta dansa?” ibu tirinya terbahak, kedua saudara tirinya pun ikut tertawa-tawa. “Pangeran mengundang putri cantik, bukan babu. Kaucamkan itu!”

Ashputtle pura-pura menangis, padahal sebenarnya dia menyeringai. Dia sudah tahu semua ini. Dan dia pun sudah menyiapkan rencana terbaiknya. Beberapa tahun belakangan, banyak sekali pemuda yang datang melamarnya karena dia begitu manis dan pekerja keras. Ashputtle selalu menolak, walau yang melamar anak orang kaya. Tentu saja ibu dan saudara tirinya senang, dengan demikian mereka tetap memiliki babu di rumah ini.

Namun sesungguhnya, bukan itu tujuan Ashputtle. Dia hanya ingin menjadi istri pangeran. Menjadi ratu. Apa pun caranya. Termasuk bila harus mengorbankan kedua saudara tirinya. Terserah bila nanti sang pangeran ternyata menjadikan kedua saudara tirinya gundik, dia tak masalah. Mau seribu gundik, tak soal. Sebab ratu tetaplah satu. Terlebih dia sudah punya rencana keji tetapi manis untuk kedua saudara tirinya.

Ketika ibu dan kedua saudara tirinya pergi, Ashputtle segera berlari ke loteng rumah. Di sana arwah ibunya sudah menunggu, juga kedua burung gagak dari neraka. Dengan sihir yang mereka punya, Ashputtle punya gaun mewah bertabur emas untuk pergi ke pesta dansa. Sebuah kereta kencana dengan kuda dan kusirnya pun menunggu di halaman. Tak menunggu lama, Ashputtle segera bergegas.

“Apa sihir ini hanya berlaku sampai tengah malam?” tanyanya pada sepasang gagak.

“Tentu tidak.”

Ashputtle tersenyum senang mendengarnya.

“Sihir ini akan lenyap bila pangeran menciummu.”

Begitulah, Ashputtle datang ke pesta dansa dan telah membuat gadis-gadis yang ada tersingkir. Tak satu pun di antara mereka yang dilirik pangeran. Pesona Ashputtle telah membiusnya. Bahkan pangeran dengan tanpa malu, berniat mencium Ashputtle saat mereka tengah berdansa. Ahsputtle menolaknya dan segera berlari untuk pulang.

Pada cerita ini, pangeran sanggup mengejar Ashputtle sampai di rumahnya. Sayangnya rumah itu terkunci. Keesokan harinya dia datang ke sana dan bertanya tentang gadis bergaun emas di rumah itu. Namun, ibu tirinya tak punya gaun dari emas. Jadi tentu saja gadis misterius itu bukan kedua anaknya.

Kedatangan gadis bergaun emas itu terus berlanjut selama pesta dansa berlangsung. Tiga malam berturut-turut. Tentu saja ini menghebohkan seluruh kerajaan. Malam ketiga, pangeran bersumpah akan mencium putri itu dan menahannya di istana. Dia tak akan bisa pulang, sebelum pangeran menikahinya.

Sayangnya, rencana pangeran tak berhasil. Ashputtle kembali lolos, tetapi sepatu emasnya tertinggal sebelah. Karena sudah jatuh cinta pada gadis bergaun emas yang menghilang di rumah Ashputtle, sang pangeran mendatangi rumah itu.

“Siapa pun gadis di rumah ini yang kakinya cocok dengan sepatu emas ini, dia akan kunikahi.” Ucap sang pangeran.

Tentu saja, ketika mendengar ucapan itu, ibu tirinya Ashputtle segera memanggil kedua putrinya. Namun, kaki putri tertuanya terlalu besar. Dia menyodorkan pisau dapur.

“Potong jari kakimu, setelah menjadi ratu, kau tak perlu berjalan lagi.”

Tanpa sungkan, putrinya memotong jari-jari kakinya dan sepatu itu muat. Pangeran tersenyum bahagia. Saat dia hendak membawa gadis itu pergi, sepasang gagak di jendela bernyanyi.

“Ada darah di dalam sepatu. Ada jari kaki di kamar tamu.”

Pangeran memeriksa kamar tamu dan dia kecewa menemukan jari-jari kaki bergelimpang di dalam sana. Dia meminta putri kedua untuk memakai sepatu. Sayangnya, kaki putri kedua pun terlalu besar. Dia harus memotong sedikit tumitnya agar sepatu itu muat. Pangeran tersenyum bahagia saat melihat sepatu itu pas di kaki sang gadis.

“Ada darah di dalam sepatu. Ada tumit di meja dapur.”

Sepasang burung gagak itu pun kembali bernyanyi. Alangkah murka sang pangeran begitu melihat potongan tumit di meja dapur. Saat itulah, Ashputtle turun dari loteng. Dia dengan senyum bahagia mengenakan sepatu emas itu dan muat. Pangeran berseru bahagia. Ashputtle gadis bergaun emas yang dia cari.

ORANG-orang mengira, Ashputtle hidup bahagia selama-lamanya, seperti dongeng yang mereka dengar. Tidak benar. Pangeran memang menemukannya. Tetapi ibu tirinya sangat murka ketika Ashputtle memberikan jiwa kedua kakak tirinya kepada sepasang burung gagak dari neraka. Dia tak terima melihat kedua anaknya menjelma burung hitam yang jelek itu.

Di hari pernikahan Ashputtle, saat berjalan menuju altar pernikahan, ibu tirinya memerintahkan sepasang gagak jelmaan saudara tirinya untuk mematuki mata Ashputtle sampai buta. Tentu saja orang-orang terpekik, ngeri, darah memburai di wajah cantik Ashputtle. Pangeran histeris. Tentu saja dia laki-laki yang menyukai kesempurnaan fisik. Dia membatalkan pernikahan dan membuang Ashputtle yang buta ke dalam penjara. Begitulah dongeng yang sebenarnya. Semua tokohnya tidak pernah hidup bahagia selama-lamanya. []

G59, 2015.

By AlamGuntur Posted in cerpen

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s